Sabtu, 18 Februari 2012

Siapa Aku ?

Aku memang bukan siapa-siapa..
Aku hanya sekedar makhluk lugu dengan tetes demi tetes air mata karena aku begitu peduli pada makhlukNya yang bahkan sama sekali tak peduli akan hidupnya..
Hidup yang bukan saja di dunia yang fana, tetapi juga di alam yang kekal kelak..
Aku juga makhluk dengan berbagai ujian yang ditimpakan,
Aku juga makhluk biasa dengan berbagai macam problematika hidup,
Aku juga makhluk dengan kesedihan dan penyesalan, tapi bukan kesedihan dan penyesalan yang berlarut-larut..
“Dan pasti kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buhan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS.2 : 155)
“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata ‘inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’.” (QS.2 : 156)

Lalu, mengapa aku harus marah pada Rabbku atas segala ujian ini??
Sedang Rabbku telah mengingatkan tetang ujian yang jauh lebih berat yang telah ditimpakan pada umat Rasulullah sebelum aku..
Lalu pantaskah aku mengaku atas kesempurnaan imanku atas kerikil-kerikil kecil ini??
Tentulah takkan pernah pantas!
FirmanNya pada akhir Al-Baqarah pun berkata demikian..
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”
Bahkan Penguasa Jagad Raya pun telah menjaminkan kesanggupan masing-masing individu atas cobaan-cobaan yang menimpa.
Maka menurutku, kesedihan&penyesalan yang berlarut-larut, dan selalu menyalahkan takdir adalah sebuah pengingkaran atas jaminan itu.
……………………………………………………………………………………………………………… Ini teori pribadiku, bahwa kesedihan&penyesalan hanyalah bagian dari satu fase lemahnya iman.
Dan hanya satu teori yang bisa diandalkan untuk menghapus fase itu :
Senantiasa mengingat Allah, Mensyukuri segala kasih sayangNya yang bahkan tak bisa digantikan dengan seisi bumi, shalat, dan sabar.
Pastilah kesedihan itu akan lenyap dan takkan pernah ada penyesalan yang berlarut-larut.
Teori pribadi ini, bukan sekedar teori pribadi biasa.
Karena FirmanNya dalam kitab suci membawa corteks cerebriku berpikir akan teori inii..
“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS.2 : 152)
“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan ( kepada Allah ) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS.2 : 153)

……………………………………………………………………………………………………………..
Sekarang adalah saat yang tepat untukku, untukmu,dan untuk kita semua..
Merenung sejenak, mengambil hikmah dari setiap kejadian dan cobaan hidup, bersabar, dan senantiasa bersyukur pada Illahi Rabb.
Kembali menantang hidup dengan keberanian dan ilmu,
Kembali menghadang cobaan dan ujian yang pasti akan datang dengan kekuatan sabar dan salat,
Insya Allah :)
……………………………………………………………………………………………………………..
Semoga bermanfaat,
Bekasi , 18 feb 2012
-Hanifah-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar