Sabtu, 18 Februari 2012

Hi Dear. . (part II)

hei dear, siapapun kamu nanti…
Suasana politik demokrasi negeri ini sedang tak baik, uang panas ada di mana-mana, bahkan mungkin sedang terambang-ambang di sepanjang garis pantai Indonesia. :(
Aku harap, engkau bukan salah satu di antaranya, karena aku pun tak ingin menjadi bagian dari itu.
Bukankah kita mengabadikan cinta dalam ruang halal? Maka jangan biarkan uang-uang haram itu memasuki bangunan halal yang telah dengan payah kita bangun.
Bukankah kita memiliki kesamaan visi? Ingin memiliki investasi akhirat yang baik dan mendidik generasi muslim yang tangguh. Maka jangan biarkan sesuatu yang haram ikut menyusun sel-sel tubuh buah cinta kita nanti. Sel tubuh itu akan terus berkembang dan ikut tumbuh seiring bertambah dewasanya buah hati kita. Bagaimana ia akan menjadi muslim yang tangguh, jika kita biarkan makanan haram menjadi penyusun tubuh dan penyuplai energinya?
Akan terus kuingatkan engkau, agar lari menjauh dari hal-hal yang jelas dilaknat oleh Rabb kita. Dan jangan lupa juga untuk terus membimbingku agar lebih mencintai rasa lapar dengan ridha ilahi, dari pada harus kenyang dengan sesuatu yang bukan hak kita.
Maka jihad kita adalah untuk mengenyangkan diri dan lingkungan kita dengan ridha illahi. Berjuang di antara peluh untuk dapat tempat terbaik di sisiNya, dunia dan akhirat.
inilah janji kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar