Sabtu, 12 Mei 2012

LOWONGAN KERJA BEKASI

LOWONGAN KERJA

KAMI PERUSAHAAN MULTI PERDAGANGAN GLOBAL TERBAIK DENGAN PERTUMBUHAN DIATAS 20 % / TAHUN YANG BERGERAK DIBIDANG GENERAL TRADING , SUPPLIER DAN RECUITMENT. TELAH MEMILIKI 28 CABANG AKAN BERKEMBANG KEPULAU LAINNYA.

KAMI MEMBUTUH KAN CALON TENAGA KERJA YANG PROFESIONAL DAN MENYUKAI TANTANGAN SERTA MENDAPATKAN PELATIHAN KERJA DAN JENJANG KARIR YANG CEPAT DAN TIDAK MENGUTAMAKAN PENGALAMAN.

UNTUK POSISI :
ADM
RECEPCIONIST
SPV
DIV.HRD
SECURITY ( USIA 18 S/D 35 TH TINGGI 168 CM )
LOGISTIK
BRANCH MANAGER

PERSYARATAN :
PRIA / WANITA
USIA 18 S/D 45 TAHUN
MIN SMA SEDERAJAT
NON TEST DAN NON SALES

FASILITAS
JAM KERJA PART TIME / FULL TIME
INSENTIF + KOMISI + BONUS
JAMSOSTEK
NON KONTRAK

ANDA BERMINAT ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,??????????????????????????????????
KIRIMKAN DATA DIRI ANDA VIA SMS , KETIK , ( NAMA / USIA / PENDIDIKAN TERAKHIR / ALAMAT ) KEPADA STAFF HRD IBU IFFAH 

(087. 884.3939.88 )

Kamis, 23 Februari 2012

Story Of 20th Februari

Awkward moment

#maling
Malam hari, atau tepatnya tanggal empat desember, gw agak menatap miris cucian gw yang belom kering dan terpaksa membiarkan cucian itu tergantung di luar, berharap besok pagi lebih kering karena kena angin malam. Tapi, perasaan miris itu bener-bener miris, gw lagi ngebayangin cucian gw digondol maling, tapi buru-buru gw hapus perasaan itu, secara gw punya anjing –bukan gw, tetangga gw tepatnya- yang hobi menggonggong, dan tetangga yang hobi begadang di sebelah kiri. Berhubung hari minggu itu gw gak enak badan banget, jadilah gw si wanita manis yang doyan tidur, jadi makin doyan tidur. Tapi tidur kali ini tidak berkualitas, gw bangun-tidur-bangun-tidur- dan ujung-ujungnya kepikiran cucian. Mau keluar,tapi agak horror yaaa, keluar tengah malem buat ngambilin cucian. Dini hari jam setengah tiga, gw bangun, buat aktifitas kerohanian *sah elah, bahasa gw… * naahh, pas gw lagi sahur, si dogi tetangga rumah gw tuh ngegonggong gak selsai-selsai… “ohhh, cucian.. apa kabar kamu di luar??” hati gw berbisik, tapi tetep aja takut buat keluar kamar. -_-“

Paginya, sekitar jam enam, perasaan penasaran gw tentang cucian belum berakhir, baik-baik sajakah?  Gw keluar, dan ternyata…. Cucian gw masih ada! Menggantung-gantung dengan indahnya. Gw liat lagi, dan semakin gw liat, gw semakin sadar, kalau cucian gw berkurang.. “Yaa Tuhaaaan, bener aje firasat gw, pantes itu si dogi gak tenang semaleman… maaf yaa,Allah… astaghfirullah” . gw jalan keluar, dan di luar ternyata terlihat gantungan bajunya doing, 5 pcs yaaa… hilang 5 pcs. Dalam hati gw ngetawain diri gw sendiri, betapa gw tidak menuruti kata hati.

Trus, gw laporan sama ummi tentang kejadian pagi ini, tau gak, si ummi bilang apa?? Nih katanya, “ Hahahaha, tuh kan padahal udah diperingatin sama Allah.. apa aja yang ilang?”. Gw jawab, “ini,ini,ini,ini,dan ini, mi”. “Ohh, ya udah, gak apa-apa.. yang penting orangnya gak kenapa-kenapa kan?? Ikhlasin aja, semoga bajunya bisa bermanfaat buat yang ngambil itu.” . Rasanya gw mau nangis gimana gituuu… ini nyokap gw apa ibu peri yaaa?? Baik amaaatt… Semoga nurun dah ntu sifat sama gw.. amiin. Komentar bokap gw juga sama, 11-12 deh sama mama, Cuma papa gak se-ibu peri kayak ummi.

#bengkel dan tatapan mata itu
Okeh, ini hari senin, harinya orang-orang sibuk memulai hari. Gw bakal dateng ke bengkel pagi ini, pasti bengkel sepi. Gak tahan gw ngeliat si-FU teronggok lemah tanpa bunyi klakson. Gw siap-siap, pake baju rapih, atau tepatnya super rapih, yaahh, kayak anak kuliahan gaul gitu deeh..  Pas gw sampe bengkel, “ Yaaaa Tuhan, ini kenapa isinya cowok semua, mana pada tampang belom mandi semua lagiii -_-“ “pas gw parkir motor, ngebuka helm, jleb… semua mata terarah sama gw. Bukan bermaksud buat geer yaa, tapi sumpah, tadi di bengkel I’m the only one ladies. Dan gw jadi santapan pagi lelaki-lelaki yang lagi pada kebutekan ngeliatin motor dan oli. “Astaghfirullah L “ . setelah menanti sekian lama, akhirnya FU kesayangan diurusin juga, gw ngadu kalo starter dan klaksonnya gak bisa, disuruh ganti aki, gw bilang, gantilah bang, yang bagus aje pakein. Dan akhirnya selesai.
Momen ini jadi ganjil banget buat gw, di tahun kayak gini, dimana kartini udah susah-susah memperjuangkan emansipasi. Eehh, di bengkel masih aja dirajai sama kaum adam dan waktu kaum hawa secantik gw *hoeek* ikutan nangkring di sana malah jadi terlihat ganjil.

#hujan dan bunyi klakson
Siang, setelah pulang kuliah dan nungguin dosen gw tercinta. Gw berniat capcus ke daerah madang, buat ke took-toko alat kesehatan, gw mau nanya-nanya harga pH meter. Trus ke JNE ngambil kiriman barang. Trus ke Gramed buat nyari buku referensi skripsi. Dan ternyata,mendung tak diundang pun datang, dengan hati riang sambil komat-kamit baca doa, gw berharap hujannya dipending sama Sang Maha Pengatur Hujan. Tapi ternyata Palembang lebih butuh hujan dibanding gw. Turunlah hujan itu ke bumi, makin deres…  Okeh! Saatnya memakai jas hujan. Jleb, seketika gw udah berpenampilan bak mamang ojek.  Asiik niihh, klakson udah bener, dan tampang mamang ojek. Bisa selap-selip sana-sini sambil tan-tan-tin-tin. Dalem hati gw senyum-senyum sendiri, udah sebulan gw puasa nglakson di jalan, “Palembang,izinkan sehari ini saja aku ramaikan jalan aspalmu dengan suara klaksonku.” Jadilah aku si ratu –berpenampilan mamang ojek- di jalanan membelah angin dan hujan.

#Susu Kacang Hijau
Senangnya, hari ini semua target dan rencana tercapai. Puasaku lancar tanpa rasa lapar yang berarti. Buka nanti, susu kacang hijau hangat harus jadi menu utama sebelum shalat maghrib. Alhamdulillah, masih diizinkan Allah buat nyicipin susu kacang hijau hangat :9. Jadi semangat deh! Besok kita puasa lagi yuk, trus susu kacang hijau hangat menanti lagi. *semoga puasa Asyura kita diterima Allah, dan menjadikan kita berbeda dari kaum yang lain di Mata Allah… * :)

#DP bbm itu menghempaskan harapanku
Setelah selesai berbuka, ibadah shalat maghrib, mengaji, dan makan malam. Gw nge-revisi Bab1 yang kemarin sempet jadi sasaran corat-coret dosen pembimbing.  Habis  itu, gw pegang bb dengan erat, bismillah, baru mau mulai ngetik. Dan #jleb dosen pembimbing gw ganti Display Picture. Begini katanya, “This person is not in a good mood, please back off and do not disturb”. -_-“ nangis Bombay gw, gw urungkan niat janjian via bbm. Dan apa kabar nasib Bab1 ku?? Ia akan baik-baik saja, sebaik prasangkaku padanya. ;)
Bismillah

Okeh, that’s it. What an awkward moment for today, but I’m still so grateful to Allah. Makasii yaa, Allah buat pelajaran dan pengalaman seru hari ini. Semoga ada yang bisa dijadikan pelajaran,kalau pun enggak, semoga cerita gw bisa sedikit menghibur. Kalau masih gak bisa menghibur, seenggaknya bisa buat kamu latihan membaca yaa… good nite, have a nice day tomorrow for fasting again. :)

Minggu, 19 Februari 2012

Delirium ( Bagian tiga )

this is still random category.

#9
i miss.
percaya atau tidak, miss dalam bahasa inggris dapat berarti rindu dan kehilangan. padahal, dalam bahasa indonesia, rindu dan kehilangan bukan sinonim, hanya saja sedikit berhubungan. saat kau kehilangan sesuatu, pasti kerinduan akan muncul setelahnya. begitu pun aku, aku rindu semua masa-masa yang telah kulewati dan masa itu kini telah hilang. semuanya, aku rindu, sangat rindu.

#10
berhenti
dapatkah kau bantu aku untuk berhenti? aku ingin berhenti sejenak dari segala tumpukan rasa yang entah dari mana. aku ingin berhenti dicemburui, begitu katanya. tak pernahkah ia hargai usahaku untuk membuatnya tenang? sepertinya tidak.
lalu aku masih ingin berhenti. berhenti sejenak menaruh hati padanya. ia yang hampir tak pernah memahami posisiku. berkali-kali marah tanpa sebab yang jelas, saat aku butuh ketenangan pikiran untuk menghadapi ujian atau fokus pada setumpuk kerjaan yang menuntut perhatian lebih.
atau bisakah ia berhenti untuk terus menyalahkan cara, pola pikir, dan kegemaranku? tak bisakah sedikit menghargai dan berbaik hati padaku untuk urusan perbedaan ini? aku jatuh hati, mungkin inilah, aku salah, karena aku jatuh, jatuh hati.
berhenti, ingin rasanya aku berhenti memikirkan atau terpikirkan sebuah kalimat tanya yang pernah ia ajukan dan membuatku takut. tanya yang tak akan pernah ku sangka-sangka. tanya yang membuatku haru tapi sekaligus berduka, mengapa sikap dan tanya-nya seakan tak pernah sejalan. berhentilah mempermainkan hatiku, aku sudah jatuh, berhentilah membuatku semakin jatuh.
ia terlalu untukku. mungkin aku harus berhenti berkhayal bahwa aku mampu menjadi bagian hidupnya yang terlalu.
aku jatuh hati, haruskah aku berhenti, saat aku telah jatuh terlalu dalam?

#11
mimpi
kubangun perlahan, sedikit-demi sedikit, pondasi mimpiku akan tegak sebentar lagi. :’)

random, it’s just such an unimportant posting, random writing of me.

Delirium ( Bagian Dua)

Ok, this is the 2nd part of my #Delirium#. It will be more labile and random here. Please keep your eyes, so many things unimportant below.
.bismillah.
#5
Cerita
Ungkapkan isi hati, berbagi rasa, dan percaya.
Labil banget rasanya malam ini. Mau nangis tapi buat apa?? Toh, masalah gw gak bakal selesai hanya dengan deraian air mata. Asli deh, pengen banget didengarkan, ungkapkan isi hati dan perasaan. Tapi, gw belum bisa percaya siapa pun (tidak termasuk blog gw, hahaii).
Pengen banget cerita sama ummi, betapa bingung dan merasa gak mampu akan semua amanah yang tergenggam yang tak ingin kugenggam. Yang begitu ingin kulepas, tapi tak bisa karena harus kupertanggungjawabkan. Tanggung jawab yang mungkin bukan hanya di dunia nyata (apalagi maya) tapi juga di akhirat –wallahualam-.

Tapi, gak mungkin gw bebani ummi dengan beban-beban kurang peting kaya’ gini, beban yang sifatnya subjektif. ummi sudah sibuk bekerja danurus masalah rumah tangga dirumah . Betapa teganya gw kalau masih harus membebani ia dengan keluhanku  tentang amanah-amanah ini.
Abah,aa’?? Juga gak tega. Mereka banting tulang tiap hari, supaya gw bisa senyum lebar di sini (dalam kesendirian gw di pulau sebrang). Masa’ iya gw tega, ngasih kabar, kalau gw di sini gak senyum selebar yang mereka harapkan. Gw di sini pusing dan belum terbiasa memanage waktu dan amanah yang sekarang menggelayut di tubuh gw.
Kenapa sesusah ini yaa,untuk percaya sama orang?? Coba ambil hikmahnya >> mungkin ALLAH pengen gw belajar lebih mandiri menghadapi persoalan hidup. Ini belum seberapa, iffah…

#6
Pendengar juga butuh didengar
Belum tau sih, siapa yang bakal jadi calon pendengar gw. Tapi, seenggak-enggaknya gw punya impian supaya gw juga bisa jadi objek yang didengarkan.
Kadang gw gak ngerti, kenapa orang hobi banget cerita hal-hal krusial sama gw. Mungkin bawaan sifat plegmatis gw, gw jadi hobi juga mendengarkan keluh kesah orang lain dan berusaha sedapat mungkin mencarikan solusi untuk tiap keluh kesah yang terlontar. Tapi buat keluh kesah gw sendiri, rasanya kayak gak ada solusi, atau kalaupun ada solusi itu begitu sulit terealisasi.
Kadang gw pengen bertukar cerita, jadi saat gw selesai jadi pendengar dan si calon pendengar gw udah siap buat dengerin cerita gw. Eh, tiba-tiba lidah gw kaku, gak bisa cerita dan ujungnya gw gak mengeluh soal apapun. Sampai seakan-akan hidup gw baik-baik aja, padahal banyak banget yang pengen gw sharing. Biar gw juga bisa ngerasain berbagi pundak untuk satu masalah. Kayak semboyannya persahabatan. Gw belum bisa, siapalah yang bisa gw percaya supaya gw bisa berbagi tanpa khawatir membebani?? Padahal, pendengar juga butuh didengar llhoo.

#7
Amanah >> Bukan untuk menjadi beban,tapi untuk memotivasi diri supaya bisa selalu melakukan yang terbaik.
Teorinya mudah, apalagi jika hanya harus dituliskan sebagai hitam di atas putih. Tapi pelaksanaannya… Luar biasa pemirsa!! Cukup untuk membuat adrenalinku naik-turun irregular, jerawat besemi di sana-sini, nafsu makan tak terbendung, dan emosi jadi labil. Karena setiap jengkal hidup adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Hidup di muka bumi sebagai seorang muslim itu AMANAH. Allah mempercayakan islam kepada kita (aku). Jadi bagaimana aku hidup di muka bumi,lalu jubah keislaman itu tak luntur, kusam, apalgi sobek.
Lalu memilih untuk Yakin kepada Nabi Muhammad SAW juga AMANAH. Bagaimana kita bisa menjadi ummat yang bisa membuat nama Rasulullah senantiasa harum sepanjang zaman dan memberi bukti pada dunia bahwa Rasul memang Rahmatanlilalamin, begitu pun ummatnya.
Hidup di tengah keluarga juga AMANAH, ada nama baikkeluarga yang sedang kita pikul. Tak boleh bermain-main membawa nama baik ini, harus dijaga dengan iman dan kesantunan supaya ayah ibu bisa tersenyum bangga melihat dan mendidikmu.
Lalu semua posisi yang gw dudukin sekarang juga amanah. Banyak! Gw udah berusaha nolak dan tersenyum sambil bilang, “makasiih, tapi gw gak cocok ada di posisi itu, ilmu gw cetek. kemampuan gw apalagi. masih banyak lah yang lebih pantes.” Tapi, semua senyum manis dan penolakan gw DITOLAK! Mereka bilang, mereka percaya kalo gw mampu. Preett!! Gw gak suka menggenggam tanggungjawab sebanyak ini >> beban banget buat gw. Tapi, gw gak bisa nolak. yang bisa gw lakukan sekarang adalah menikmati beban amanah ini dan melakukan sebaik yang gw bisa.

#8
Bodoh!!
Kenapa juga harus gw mulai lagi?? Gw yang buat klimaks, padahal beberapa minggu belakangan gw mulai bisa mengontrol fluktuasi rasa. Sekarang gw malah kebingungan sendiri akibat ulah yang gw buat!! bodoh banget gak tuh?! Gw sendiri yang ngebukain pintu hati dan otak gw. Arrghh… How stupid am i. Harus beli gembok kualitas super nih, supaya pintu hati dan otak gak gampang dibuka sama ‘maling’ yang sama. arrgghh. :(
….
#delirium# bagin kedua ini belum selesai, tapi gw udah gak bisa nahan rasa kantuk dan bisikan manja kasur beserta antek-anteknya.. Jadi siap-siap untuk memanjangkan paragraf di #delirium# kedua ini besok lah.

Delirium (bagian satu)

ok, it will be so random here. so please keep your eyes from an unimportant things below.
.bismillah.

#1
Paling enak anak-anak, mau apa juga enak, tinggal bilaaaangg doang!!
Masih inget lagu itu?? Lagu zaman gw anak-anak, yang nyanyi kalo gak salah Cindy Cenora. Gak usah pake dipikir, tapi lagu itu emang bener! bener banget malahan! Bahkan gw yang udah hampir 20 tahun dan tidak lagi tergolong anak-anak, masih menerapkan konsep itu.

gw bener-bener buta cara membedakan ingin, butuh, dan butuh sekali. jadi, gak jarang (alias sering),  minta ini itu sama ummi, abah, apalagi sekarang aa’ udah kerja dengan gaji yang ‘lumayan’ untuk ukuran seorang sarjana muda. Ini bikin gw terbiasa hidup di ‘zona nyaman’. Walaupun Keluarga gw bukan keluarga kaya yang kelewat royal ngerogoh kocek buat nurutin semua keinginan anaknya, tapi ummi abah gak pernah memaksa gw memikirkan hal-hal krusial seperti sulitnya mengais rupiah ataupun perhitungan ingin, butuh, dan butuh sekali. Emang sih, gak semua yang gw mau diturutin, semua musti dibahas manfaat setelah barang dimiliki. Tapi, tetep aja…
dan gw sekarang sedang berpikir tentang nasib gw ke depan. Apa ada cowo yang ‘mau’ sama cewe yang kebiasaan hidup di ‘zona nyaman’?? hmm… Kalau pun gak ada, gw harap ada cowo yang mau ‘ngajarin’ gw hidup di zona sederhana tapi tetap nyaman. *amiin (baca : sindrom duapuluh selalu muncul di setiap suasana! haha)

#2
gara-gara itu
justru karena hal-hal di atas, karena kasih sayang mereka yang meluap-luap untuk gw. sekarang gw jadi mersa ‘nothing’ alias bukan apa-apa. gw belum bisa ngebales semua kebaikan dan kasih sayang mereka buat gw. Walaupun mama, papa, dan aa’ selalu bilang, “tugas kamu di sana cuma belajar,de.. sekarang ini emang masanya kamu untuk terus tergantung sama ummi,abah, aa’.. nanti ada masanya masing-masing..”. Kalau boleh narsis dikit, emang sih IPK gw gak pernah di bawah tiga, sebagai calon dokter yang kuliah dengan sistem SKS (Satuan Kredit Semester) hal itu tuh lumayan membanggakan.  Tiap semester emang bisa bikin keluarga gw ngucap syukur ‘alhamdulillah’ dan senyum bangga. Tapi, tiap mereka senyum bangga, gw jadi malu sendiri sama diri gw, “apa iya, nilai-nilai itu bisa gw pertanggungjawabkan dunia-akhirat?? Semoga saja… Seenggak-enggaknya, gw bisa bikin mama,papa,dan aa’ sedikit bahagia atas prestasi gw yang gak seberapa itu..”
Gara-gara ‘electronic device‘ baru, gw juga makin ngerasa berhutang budi sama aa’. Dalam 2 bulan terakhir gw punya 2 gadget dengan harga lumayan yang dikasih secara cuma-cuma sama aa’ buat gw. Terus, waktu gw telepon dia dan pengen cerita-cerita tentang gadget baru gw, ternyata dia lagi sibuk lembur kerja!! Ya Ampun!! Tepok jidat gw!! Ade macem apa gw ini?? gw berleha-leha dengan dua gadget baru dan abang gw banting tulang di pulau sebrang, padahal kebutuhan hidup dia kan juga banyak, belum lagi dia laki-laki yang musti nabung buat biaya kawin, eh nikah maksudnya! aduhhh, makin ngerasa ‘nothing‘ gw di mata mereka.
Yang bisa gw lakuin sekarng adalah jadi anak solehah, supaya tiap bulir-bulir doa gw bisa menggetarkan langit dan Allah mengijabah segala harap, doa dan keyakinan.
” Allah, sampaikan aku di waktu itu. waktu di mana aku bisa membuat mereka bahagia dunia-akhirat dan tersenyum bangga melihatku. Syurga itu benar ada, maka sisakan tiga tempat terbaik untuk makhluk-makhluk terbaik dalam hidupku, yang memberiku kehidupan setelah ENGKAU memberiku kehidupan.”
“Allah izinkan mereka selalu mendapat curahan nikmatMu, nikmat iman, islam dan tentu nikmat kesehatan. Izinkan mereka mendapat kebahagiaan tak hanya kebahagiaan dunia tapi juga kebahagiaan kekal, di sampingMu kelak. Jadikan kami keluarga sakinah yang bisa selalu memberi manfaat untuk orang-orang dan lingkungan kami, Yaa Rabb.”
“Allah, jauhkan mereka dari segala macam bahaya, azab, dan penderitaan. Jangan biarkan mereka tersakiti oleh apapun. Lindungi mereka, Wahai Illahi Rabb Yang Maha Melindungi.”
“Ya Tuhanku, kasihanilah ayah ibuku, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku sewaktu kecil. Berilah kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka.”
“Mahasuci Tuhanmu, Tuhan yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan kepada Rasul-Rasul. Dan segala puji bagi Allah tuhan semesta alam.”
Gw Percaya dan Yakin dengan keyakinan penuh. Kalau doa-doa itu diucapkan oleh seorang hambaNya yang sholeh dan sholehah pasti diijabah oleh ALLAH. MASALAHNYA sekarang adalah : gw belum (atau tidak) cukup sholeh untuk menggetarkan langit. But, anyway… I’m always trying… Gw selalu berusaha untuk jadi wanita sholehah dan beramal baik, persis sama doa yang diselipkan waktu abah & ummi ngasih nama R Siti Haniffah AFZ ke gw. Semoga saja Yaa Allah.
[sambil berdoa dalam hati : semoga dapat imam yang bisa menuntun gw ke jalan syurga, menuju kebaikan dan membuat gw jadi wanita sholehah yang sesungguhnya... amiiin *again, sindrom duapuluh muncul lagi]

#3
Pilih jalan yang benar
Pilih jalan yang benar, tapi tau darimana ini benar atau gak?! Kadang, gw suka nyesel, kenapa gw harus terperangkap di ‘kejauhan’, di pulau yang sedikit sekali sentuhan kemajuan dan peradabannya (agak lebay deskripsi gw).  Banyak banget pertimbangan waktu itu, dari mulai masalah cita-cita, pemenuhan harap, kemampuan, sampai biaya. Tapi, akhirnya gw sadar, bahwa ALLAH-lah Yang Paling Tahu apa yang hambaNya butuhkan. Berarti gw butuh pulau ini, sebagai tempat menuntut ilmu. Kalau gw gak butuh, pasti Allah sudah mencampakkan gw di Universitas swasta di Jakarta dan berkutat dengan rumus kimia dan efek samping obat alias kuliah di jurusan farmasi. Allah tahu, bahwa ujungnya gw bakal jatuh cinta (sejatuh-jatuhnya) sama dunia ini, dunia kedokteran , apalagi gw bisa nemuin dunia anak di ilmu ini. Makasii Allah, sudah pilihkan jalan yang benar untuk aku.

#4
Jatuh cinta (gw gak tau ini cinta atau bukan, tapi sebut saja begitu)

Jatuh cinta itu manusiawi, tapi bagaimana manusia bisa mengkover cinta itu dengan kelembutan tetapi tetap bersahaja. Gw? Jatuh cinta?? iyalah, gini-gini gw kan juga manusia. Tapi, gw mulai tidak bisa mengkover cinta gw. :( Setan banyak banget di sekitar gw. Dikit-dikit gw kangen, dikit-dikit gw pengen ketemu, dikit-dikit gw pengen tau apa yang sedang dia lakukan dan bersama siapa, dan dikit-dikit gw pengen dia tau apa yang sedang gw lakukan. emang sih, dikit-dikit… tapi, kalau ditabung lama-lama kalah deh bukit! huft, gw sedang belajar mengkover cinta, tapi gw cuma manusia biasa. Hhm,tapi bukan berarti juga manusia biasa tidak bisa mengkover cinta! Gw harus bisa, karena gw yakin, Allah menjaga HambaNya yang memang menjaga diri dan hatinya. keep spirit with love,Nisa.. ^^

untuk sementara # (Delirium)nya cukup sampai di sini. gosokan baju sudah melirik sinis minta disentuh lempengan logam panas dan disemprotin Rapika. haha.

Tentang sebuah tekad :)

“Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman, ‘Aku akan mengikuti prasangka hambaKu kepadaKu. Dan aku selalu menyertainya apabila ia berdoa kepadaKu’.”

:)

OK!
No more ‘Galau’! No more ‘Playing’! No More Lazy! No More Crying*!
just be a good girl , Iffah 
Good girl for your God (means : good muslimah)
Good girl for your self (means : nice dentistry student, then being a good paedodontists)
Good girl for your family (means : just be a true good girl, it will be enough for them >> family who loves me completely and sincerity)
Good girl for people  and nature (means : be helpful and do not put your trash unproperly)
one no forget ! for my special boy :) ( Nofi Jaka Setiawan )

YAP!
No More GALAU, No More PLAYING, No More LAZY, No More CRYING* (*for something doesn’t important)!

YES!! I’ll be a good one, insyaallah.
#Bismillah#

:)
“Mahasuci Tuhanmu, Tuhan yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan kepada Rasul-rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.”

Mohon Doanya yaa. . :))

Well, gak sampe sebulan lagi umur gw semakin jauh dari angka belasan itu. Gw harus makin bijaksana menentukan sikap. insyaallah.
Berikut impian-impian jangka pendek dan panjang. Pembaca, jika berkenan tolong ikut di-aamiin-kan yaa.. :)
  1. Akhir semester 7 ini ( Januari 2012) >>> Skripsi sudah atau sedang di Bab 2.
  2. Semester 8 >>> Siap-siap SIPRO
  3. Bayar penelitian pake uang sendiri. (HARUS makin rajin nge les private dan invest niih :) )
  4. September atau Desember 2012 >>> Lulus sarjana >>> dr. Siti Hanifah Hasan  S. Pd *aamiin*
  5. Awal 2013 >>> Liburan Ke lombok , With him :*

  1. Kerja di Puskesmas atau rumah sakit >> raji-rajin cari duit dan ngasih duit. (bengkakin tabungan dunia dan akhirat buat lanjut spesialis, buat nikah, buat punya anak, buat pergi ke tanah suci sama mama-papa)
  2. menikah (dinikahi,lebih tepatnya ;) )
  3. Pendidikan Spesialis Kedokteran Penyakit dlm di UNAIR surabaya
  4. Jadi staf dokter di rumah sakit khusus (RS. Jantung, RS.Khusus Paru, RS.Kanker, atau RS. pemerintah )
  5. Jadi Hamba, Ibu, Istri, Anak, Adik, dan dokter spesialis yang baik, amanah, dan profesional

*Impian ini akan terus bertambah. Ada beberapa impian yang tak bisa dipublikasi.* ^^

focus on my job right now. Heart feeling?? lalalala, just keep it in the right place and let Allah save it for me, i have written my dreams with my pencil.
BISMILLAH

Sabtu, 18 Februari 2012

How Bad I am . . :(

siapa yang salah?? Lingkungan gw atau memang gw gak punya barier yang kuat untuk gelombang dahsyat perubahan lingkungan??

Aaarrgghh,How Bad I am!!!!
Kenapa gw jadi segampang ini kesulut emosi??
Kenapa gw jadi hobi menajamkan lidah??
Kenapa gw jadi susah untuk memaafkan??
Kenapa gw jadi gini??

Astaghfirullah :’(
Gw emang keras kepala, gw emang ceplas-ceplos gak karuan, gw emang manja dan sering mau menang sendiri. Tapi, gw gak pernah menyulut permusuhan, Astaghfirullah,kenapa ini?????????
Arrgghhh, How Bad I Am…

I just wanna go now. go Home.
find the real me!! This is absolutely not me!!

Astaghfirullah, nyesel! nyesel setengah mati gw sama apa-apa yang udah gw lakuin di sini!! How Bad I Am…
I do want to go home! try tofind the real me, if i can’t. I must repair my self, my soul!!
Astaghfirullah… :’(
:’(

I wanna ask somebody about me! am i changing??? Arrrgghh :’(
Am i worse than before???
Am i??
Please help me and Tell me about this!
:(
I’m so SORRY for whom that hurted by me.
I’m so SORRY..
Please, remembering on Me, if i do something annoyed…
Sorry :’(

Mungkin Sudah Saatnya Utk Berhenti Mengeluh. .

tiba-tiba aja gw lemes dan merenung berkepanjangn.  mungkin udah saatnya gw berhenti mengeluh, udah dua puluh tahun. mungkin juga, itu bagian dari konsekuensi berkepala dua.
trus gw jd takut dan khawatir >> gw kan cuma manusia biasa, masa’ iya gak ngeluh? Apalagi seumur hidup gw, gw cuma bisa ngeluh (keluhan yang sesungguhnya) sama ALLAH dan orang rumah aja, paling banter ngeluh sama blog. Trus, kalo gw harus berhenti ngeluh sama mereka (orang rumah), ngeluh sama siapa lagi??
Gw gak pengen ngebebanin siapa pun, tapi cuma keluarga yang gw percaya sepenuhnya bisa nenangin gw. hidup emang harus berubah. dan mungkin ini saatnya gw berubah untuk jadi sosok mandiri yang sebenarnya, bukan cuma penampakan dari luar alias  SOK mandiri. (padahal kalo udah di depan orang rumah, gw jadi makhluk paling manja se-muka bumi). Tapi, gw belum siap, tapi gw suka ada di zona nyaman kayak sekarang :( . Tapi, gw gak mau mereka tambah terbebani dengan keluhan-keluhan yang tidak kunjung habis.
ARRGGHHH :(
Maafin ade, Mi,Baah,yaank’… Kalau ade belum bisa jadi ‘wanita’ sesungguhnya. Kalau ade belum bisa ngasih apa-apa sekarang. Kalau ade gak selesai-selesai membebani hidup kalian. I love you all, from the deepest of my heart.

Kamu. .

kenapa harus begini lagi? Aku kira, peristiwa penuh air mata di akhir januari lalu adalah akhir dari prasangka dan pertengkaran kita. aku kira, ini takkan pernah terjadi lagi.

tapi memang selalu begitu, saat semuanya membaik, belum pernah bertahan lama, seminggu, 10 hari, 15 hari, 20 hari, lalu keadaan baik itu menguap entah kemana.
Ahhh, aku masih saja menaruh doa dan harapku padamu. padamu yang ternyata terus meragu. Mungkin doa, harap, dan rindu ini sedang bertepuk sebelah, saat aku semakin rindu dan menyayang, kamu malah terus meragu dan pergi.
Apalagi, ada ini, bahwa hidupmu akan baik-baik saja tanpa aku. Padahal aku, hidupku sepi, dan rindu merusak suasana hati, ketika kamu pergi.
Air mata itu, cerita tentang akulah wanita yang kamu temui hingga kamu sempat merasa cinta, pembicaraan serius tentang masa depan aku (dan kamu), pura-purakah? jika benar hanya sebuah kepura-puraan, mengapa aku percaya sepenuh hati, atau mungkin aku yang terlalu kagum karena piawainya kamu bermain peran.

Bagiku, mencintaimu adalah kehidupan. Maka biarkan aku hidup, walau ternyata objek yang kucinta pergi dan membangun dunianya sendiri.
ahh, mengapa aku harus begitu lemah dan tergantung padamu, menutup hati pada semua kemungkinan, sedangkan engkau menguat disana, mencoba melepaskan aku, meragu, dan mencari sosok lain yang menenangkanmu… tapi cinta tetaplah kehidupan untukku. apa pun yang kamu lakukan, aku tak bisa berhenti menaruh hati dan mencinta, karena aku ingin tetap hidup.

My 13 okt 2011

Ingin sekali aku menangis karenanya..

Tapi, rasanya air mataku terlalu mahal untuk menangisi otak yang terlalu penuh dengan ambisi-ambisi tak perlu!!

Tak pernah terbayangkan sebelumnya, semua akan berakhir seperti ini! Akhir yang menjijikan!


Masih saja ingin menangis, walau ku tahu,kelenjar lacrimale takkan rela berlelah-lelah membakar energy untuk mengeluarkan barang setetes dua tetes air mata!

Apa yang sedang anda lakukan, Hah?? Menghancurkan ukuwah hanya karena asumsi pribadi?? Merobek segala kepercayaan hanya karena sakit hati?? Tolonglah berpikir lebih rasional, luapan fakta yang anda bumbui dengan sakit hati takkan pernah jadi bukti nyata!! TAKKAN PERNAH!! Camkan itu baik-baik!

Aku tak suka rentetan tanda seru, tapi Anda memaksa agar rentetan tanda seru itu keluar hampir di setiap kalimat yang terangkai.

Berhentilah mengotori hati dan otak anda sendiri!!


*ditulis dengan penuh keprihatinan atas segala kondisi yang tercipta.. :’(


Sebuah tulisan singkat yang kutulis persis sehari setelah pemilihan Bupati Mahasiswa kampusku. Menjijikan! Menyedihkan! Hanya dua kata itu yang kini mampu keluar dari mulut. Mana pernah aku sangka, politik akan jadi sekejam ini, bahkan semakin kejam saat segalanya telah selesai, semakin buas saat keputusan telah sah, dan semakin liar saat prasangka buruk hilir mudik mewarnai bingkai perpolitikan.
Ternyata tikam menikam sudah jadi hal lumrah di dunia ‘kotor’ seperti ini, walau harus menikam sahabat sendiri, walau harus menikam teman seperjuangan, walau harus menikam kami yang hanya menonton dan tak tahu apa-apa. Huh! Betapa lugunya aku, sampai-sampai aku tak tahu!
Sedih sekali rasanya membayangkan kondisi ke depan nanti. Saat tahta telah terduduki sempurna. Kawan akan jadi lawan! Tak ada lagi sahabat sejati, yang ada rival setia yang siap menghadang setiap langkah!
Aku cemas! Aku benci! Tapi Akan tetap kuhadapi! Takkan kubiarkan adrenalin terus keluar dan mengikuti rasa takut dan galau. Akan kubuat prasangka dan polah burukmu MALU atas segala kinerja kami!!
Selamat Menonton kesuksesan yang akan segera tercipta!

The Doctor

Sebuah buku luar biasa (menurut saya) karya dr. Triharnoto tentang kehidupan pribadi seorang dokter; kompleksnya hubungan antar dokter, pasien, dan obat; sulitnya kehidupan dokter yang berdiri di antara hidup dan matinya seseorang.
Health is not everything, but without helath everything is nothing. Baru baca prolog buku ini saja saya sudah mengangguk-angguk tanda setuju.

Banyak masyarakat menganggap bahwa profesi dokter adalah ladang mendapat kesempatan di tengah kesempitan. Pendapat itu memang tak sepenuhnya salah, tapi tidak dapat juga dibenarkan. Dalam buku ini diulas secara jelas bagaimana sesunguhnya seorang dokter juga tak ingin ada di posisi seperti itu. “Sesungguhnya dokter akan jauh lebih senang bila dalam bekerja tidak perlu memikirkan masalah uang, berapa harga obat,berapa upah yang didapat dari jasanya. Bayangkan reptnya, bila seorang dokter harus memikirkan diagnosis dan pengobatan penyakit dan masih harus mengetahui berapa harga masing-masing obat.”
“Bila menjadi dokter hanya karena ingin menjadi orang kaya sepertinya perlu dipikir ulang. Sama seperti profesi lain, dalam hal mendapatkan uang dokter hanya mendapat bayaran atas jasanya saja. Dokter tidak mendapat keuntungan seperti pedagang yang membeli barang grosiran dengan harga lebih murah, kemudian menjualnya lebih mahal sehingga mendapat selisih keutungan.”

Membaca buku ini, membuat saya sadar betapa kompleksnya hubungan dokter-pasien-paramedis-keluarga pasien-obat-dan pabrik obat. Lalu, saya mampu memandang hubungan yang kompleks itu tak hanya dari satu sudut pandang saja lalu menyudutkan pandangan lain. Bacalah, semoga anda juga terispirasi. :)

Manusia hanya mampu bertahan  40 hari tanpa makan dan minum, kurang dari 8 menit tanpa oksigen, dan hanya sedetik tanpa harapan!” Kehidupan dapat berlangsung karena adanya harapan.


                                                                                                     -Hanifah-

Hi Dear. . (part II)

hei dear, siapapun kamu nanti…
Suasana politik demokrasi negeri ini sedang tak baik, uang panas ada di mana-mana, bahkan mungkin sedang terambang-ambang di sepanjang garis pantai Indonesia. :(
Aku harap, engkau bukan salah satu di antaranya, karena aku pun tak ingin menjadi bagian dari itu.
Bukankah kita mengabadikan cinta dalam ruang halal? Maka jangan biarkan uang-uang haram itu memasuki bangunan halal yang telah dengan payah kita bangun.
Bukankah kita memiliki kesamaan visi? Ingin memiliki investasi akhirat yang baik dan mendidik generasi muslim yang tangguh. Maka jangan biarkan sesuatu yang haram ikut menyusun sel-sel tubuh buah cinta kita nanti. Sel tubuh itu akan terus berkembang dan ikut tumbuh seiring bertambah dewasanya buah hati kita. Bagaimana ia akan menjadi muslim yang tangguh, jika kita biarkan makanan haram menjadi penyusun tubuh dan penyuplai energinya?
Akan terus kuingatkan engkau, agar lari menjauh dari hal-hal yang jelas dilaknat oleh Rabb kita. Dan jangan lupa juga untuk terus membimbingku agar lebih mencintai rasa lapar dengan ridha ilahi, dari pada harus kenyang dengan sesuatu yang bukan hak kita.
Maka jihad kita adalah untuk mengenyangkan diri dan lingkungan kita dengan ridha illahi. Berjuang di antara peluh untuk dapat tempat terbaik di sisiNya, dunia dan akhirat.
inilah janji kita.

Hi Dear . .

Hei dear, siapapun kamu nanti…

Aku cuma mau berpesan, jaga hatiku baik2..
Aku fasih tentang kehidupan pernikahan yang tak baik.. Maka saat aku memutuskan untuk menikah denganmu, itu artinya, aku begitu yakin, bahwa kehidupan pernikahanku akan baik2 saja.. Bahwa engkau akan mengubah paradigmaku tentang kehidupan pernikahan. Bahwa engkau akan menghapus semua memori burukku.. Dan kini aku tau, engkaulah makhluk yang Tuhan kirimkan untukku, untuk menjaga hati yang rapuh. Karena aku pun begitu, akan kujaga hatimu sepenuh hati, dan memberinya tempat terbaik yang pernah ada, sejajar dengan dua cinta pertamaku, ayah dan ibu.
Bimbinglah aku agar aku pandai membangun istana cinta yang kelak akan menghantar kita menuju surgaNya. Terimakasih, cinta.
Dengan penuh kasih,
Istrimu.

Siapa Aku ?

Aku memang bukan siapa-siapa..
Aku hanya sekedar makhluk lugu dengan tetes demi tetes air mata karena aku begitu peduli pada makhlukNya yang bahkan sama sekali tak peduli akan hidupnya..
Hidup yang bukan saja di dunia yang fana, tetapi juga di alam yang kekal kelak..
Aku juga makhluk dengan berbagai ujian yang ditimpakan,
Aku juga makhluk biasa dengan berbagai macam problematika hidup,
Aku juga makhluk dengan kesedihan dan penyesalan, tapi bukan kesedihan dan penyesalan yang berlarut-larut..
“Dan pasti kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buhan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS.2 : 155)
“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata ‘inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’.” (QS.2 : 156)

Lalu, mengapa aku harus marah pada Rabbku atas segala ujian ini??
Sedang Rabbku telah mengingatkan tetang ujian yang jauh lebih berat yang telah ditimpakan pada umat Rasulullah sebelum aku..
Lalu pantaskah aku mengaku atas kesempurnaan imanku atas kerikil-kerikil kecil ini??
Tentulah takkan pernah pantas!
FirmanNya pada akhir Al-Baqarah pun berkata demikian..
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”
Bahkan Penguasa Jagad Raya pun telah menjaminkan kesanggupan masing-masing individu atas cobaan-cobaan yang menimpa.
Maka menurutku, kesedihan&penyesalan yang berlarut-larut, dan selalu menyalahkan takdir adalah sebuah pengingkaran atas jaminan itu.
……………………………………………………………………………………………………………… Ini teori pribadiku, bahwa kesedihan&penyesalan hanyalah bagian dari satu fase lemahnya iman.
Dan hanya satu teori yang bisa diandalkan untuk menghapus fase itu :
Senantiasa mengingat Allah, Mensyukuri segala kasih sayangNya yang bahkan tak bisa digantikan dengan seisi bumi, shalat, dan sabar.
Pastilah kesedihan itu akan lenyap dan takkan pernah ada penyesalan yang berlarut-larut.
Teori pribadi ini, bukan sekedar teori pribadi biasa.
Karena FirmanNya dalam kitab suci membawa corteks cerebriku berpikir akan teori inii..
“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS.2 : 152)
“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan ( kepada Allah ) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS.2 : 153)

……………………………………………………………………………………………………………..
Sekarang adalah saat yang tepat untukku, untukmu,dan untuk kita semua..
Merenung sejenak, mengambil hikmah dari setiap kejadian dan cobaan hidup, bersabar, dan senantiasa bersyukur pada Illahi Rabb.
Kembali menantang hidup dengan keberanian dan ilmu,
Kembali menghadang cobaan dan ujian yang pasti akan datang dengan kekuatan sabar dan salat,
Insya Allah :)
……………………………………………………………………………………………………………..
Semoga bermanfaat,
Bekasi , 18 feb 2012
-Hanifah-


Introduction . . :)

Setelah melewati perjuangan panjang ibunda, dengan mempertaruhkan nyawa dan mengerahkan seluruh tenaga, akhirnya…di tengah-tengah keluarga yang masih sangat kental dengan Adatnya, tepat 12 menit sebelum pukul 03.00 WIB, tanggal 26 Maret 1992,Bersama angin Kencang & Hujan Deras Mengguyur Bumi, membasahi Tanah Probolinggo. terlahirlah ke dunia seorang bayi perempuan yang kemudian diberi nama oleh kakek buyutku.
        ________“Raudhatul Siti Haniffah Azzahra Fadhilatul Zannah”_______

Nama yang kemudian sering membuatku menangis karena selalu menjadi bahan olokan teman-temannya semasa kecil. Pun juga sering membuatku tidak percaya diri. Namun kemudian dengan nama itu pula, terkadang membuat ku bangga karena nama itu, ternyata nama seorang pahlawan wanita yang juga seorang penyair, sastrawati pertama di Sulawesi Selatan yang menghafal syair-syair dalam Sureq La Galigo. Tapi, kebanggaannya itu jauh lebih sedikit dibanding kesedihannya. *agkh,Iffahhhh..... :D

Selama ini, aku sering merasa tidak senang di panggil “ipeh,” oleh karena itu teman-temannku semasa SD, SMP, dan SMA memanggilnya “Nenk Ipeh,” akronim dari namanku sendiri. Hingga kemudian tamat di SMK N 1 Kota Bekasi dan kuliah di Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta), namaku dihijrahkan oleh ustadzah menjadi “Syifa,” yang berarti obat, semoga kelak mampu mengobati luka, menghilangkan duka, dan menepiskan lara. Amin

Anak terakhir dari 3 bersaudara ini ,dulunya aktif di bidang Humas OSIS SMKN 1 Kota Bekasi. mempunyai keinginan besar untuk bisa mewujudkan keinginan orang tuaku, H. Mohd. Hasan  & Hj. Sitti Aisyah , yang selalu berharap anaknya akan menjadi manusia yang banyak manfaat bagi orang lain. Dan akhirnya, itulah yang terus mendorongku untuk terus berusaha lebih baik dari hari kemarin.

Hobiku, membaca buku, travelling & adventuring  dan  1 hal paling ku gemari adalah membaca buku yang berkaitan dgn ilmiah , sains  & ilmu kesehatan. Olehnya, ia ingin menjadi dokter. Karena bagiku, berbagi peduli & membantu sesama,adalah perbuatan yang paling mulia dan tentu saja bisa memberikan peran sebaik-baiknya, kontribusi sebanyak-banyaknya, serta menjadikannya ladang untuk beramal yang sebesar-besarnya.
Semoga tercapai. Amin. :)