Sabtu, 18 Februari 2012

The Doctor

Sebuah buku luar biasa (menurut saya) karya dr. Triharnoto tentang kehidupan pribadi seorang dokter; kompleksnya hubungan antar dokter, pasien, dan obat; sulitnya kehidupan dokter yang berdiri di antara hidup dan matinya seseorang.
Health is not everything, but without helath everything is nothing. Baru baca prolog buku ini saja saya sudah mengangguk-angguk tanda setuju.

Banyak masyarakat menganggap bahwa profesi dokter adalah ladang mendapat kesempatan di tengah kesempitan. Pendapat itu memang tak sepenuhnya salah, tapi tidak dapat juga dibenarkan. Dalam buku ini diulas secara jelas bagaimana sesunguhnya seorang dokter juga tak ingin ada di posisi seperti itu. “Sesungguhnya dokter akan jauh lebih senang bila dalam bekerja tidak perlu memikirkan masalah uang, berapa harga obat,berapa upah yang didapat dari jasanya. Bayangkan reptnya, bila seorang dokter harus memikirkan diagnosis dan pengobatan penyakit dan masih harus mengetahui berapa harga masing-masing obat.”
“Bila menjadi dokter hanya karena ingin menjadi orang kaya sepertinya perlu dipikir ulang. Sama seperti profesi lain, dalam hal mendapatkan uang dokter hanya mendapat bayaran atas jasanya saja. Dokter tidak mendapat keuntungan seperti pedagang yang membeli barang grosiran dengan harga lebih murah, kemudian menjualnya lebih mahal sehingga mendapat selisih keutungan.”

Membaca buku ini, membuat saya sadar betapa kompleksnya hubungan dokter-pasien-paramedis-keluarga pasien-obat-dan pabrik obat. Lalu, saya mampu memandang hubungan yang kompleks itu tak hanya dari satu sudut pandang saja lalu menyudutkan pandangan lain. Bacalah, semoga anda juga terispirasi. :)

Manusia hanya mampu bertahan  40 hari tanpa makan dan minum, kurang dari 8 menit tanpa oksigen, dan hanya sedetik tanpa harapan!” Kehidupan dapat berlangsung karena adanya harapan.


                                                                                                     -Hanifah-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar