Minggu, 19 Februari 2012

Delirium (bagian satu)

ok, it will be so random here. so please keep your eyes from an unimportant things below.
.bismillah.

#1
Paling enak anak-anak, mau apa juga enak, tinggal bilaaaangg doang!!
Masih inget lagu itu?? Lagu zaman gw anak-anak, yang nyanyi kalo gak salah Cindy Cenora. Gak usah pake dipikir, tapi lagu itu emang bener! bener banget malahan! Bahkan gw yang udah hampir 20 tahun dan tidak lagi tergolong anak-anak, masih menerapkan konsep itu.

gw bener-bener buta cara membedakan ingin, butuh, dan butuh sekali. jadi, gak jarang (alias sering),  minta ini itu sama ummi, abah, apalagi sekarang aa’ udah kerja dengan gaji yang ‘lumayan’ untuk ukuran seorang sarjana muda. Ini bikin gw terbiasa hidup di ‘zona nyaman’. Walaupun Keluarga gw bukan keluarga kaya yang kelewat royal ngerogoh kocek buat nurutin semua keinginan anaknya, tapi ummi abah gak pernah memaksa gw memikirkan hal-hal krusial seperti sulitnya mengais rupiah ataupun perhitungan ingin, butuh, dan butuh sekali. Emang sih, gak semua yang gw mau diturutin, semua musti dibahas manfaat setelah barang dimiliki. Tapi, tetep aja…
dan gw sekarang sedang berpikir tentang nasib gw ke depan. Apa ada cowo yang ‘mau’ sama cewe yang kebiasaan hidup di ‘zona nyaman’?? hmm… Kalau pun gak ada, gw harap ada cowo yang mau ‘ngajarin’ gw hidup di zona sederhana tapi tetap nyaman. *amiin (baca : sindrom duapuluh selalu muncul di setiap suasana! haha)

#2
gara-gara itu
justru karena hal-hal di atas, karena kasih sayang mereka yang meluap-luap untuk gw. sekarang gw jadi mersa ‘nothing’ alias bukan apa-apa. gw belum bisa ngebales semua kebaikan dan kasih sayang mereka buat gw. Walaupun mama, papa, dan aa’ selalu bilang, “tugas kamu di sana cuma belajar,de.. sekarang ini emang masanya kamu untuk terus tergantung sama ummi,abah, aa’.. nanti ada masanya masing-masing..”. Kalau boleh narsis dikit, emang sih IPK gw gak pernah di bawah tiga, sebagai calon dokter yang kuliah dengan sistem SKS (Satuan Kredit Semester) hal itu tuh lumayan membanggakan.  Tiap semester emang bisa bikin keluarga gw ngucap syukur ‘alhamdulillah’ dan senyum bangga. Tapi, tiap mereka senyum bangga, gw jadi malu sendiri sama diri gw, “apa iya, nilai-nilai itu bisa gw pertanggungjawabkan dunia-akhirat?? Semoga saja… Seenggak-enggaknya, gw bisa bikin mama,papa,dan aa’ sedikit bahagia atas prestasi gw yang gak seberapa itu..”
Gara-gara ‘electronic device‘ baru, gw juga makin ngerasa berhutang budi sama aa’. Dalam 2 bulan terakhir gw punya 2 gadget dengan harga lumayan yang dikasih secara cuma-cuma sama aa’ buat gw. Terus, waktu gw telepon dia dan pengen cerita-cerita tentang gadget baru gw, ternyata dia lagi sibuk lembur kerja!! Ya Ampun!! Tepok jidat gw!! Ade macem apa gw ini?? gw berleha-leha dengan dua gadget baru dan abang gw banting tulang di pulau sebrang, padahal kebutuhan hidup dia kan juga banyak, belum lagi dia laki-laki yang musti nabung buat biaya kawin, eh nikah maksudnya! aduhhh, makin ngerasa ‘nothing‘ gw di mata mereka.
Yang bisa gw lakuin sekarng adalah jadi anak solehah, supaya tiap bulir-bulir doa gw bisa menggetarkan langit dan Allah mengijabah segala harap, doa dan keyakinan.
” Allah, sampaikan aku di waktu itu. waktu di mana aku bisa membuat mereka bahagia dunia-akhirat dan tersenyum bangga melihatku. Syurga itu benar ada, maka sisakan tiga tempat terbaik untuk makhluk-makhluk terbaik dalam hidupku, yang memberiku kehidupan setelah ENGKAU memberiku kehidupan.”
“Allah izinkan mereka selalu mendapat curahan nikmatMu, nikmat iman, islam dan tentu nikmat kesehatan. Izinkan mereka mendapat kebahagiaan tak hanya kebahagiaan dunia tapi juga kebahagiaan kekal, di sampingMu kelak. Jadikan kami keluarga sakinah yang bisa selalu memberi manfaat untuk orang-orang dan lingkungan kami, Yaa Rabb.”
“Allah, jauhkan mereka dari segala macam bahaya, azab, dan penderitaan. Jangan biarkan mereka tersakiti oleh apapun. Lindungi mereka, Wahai Illahi Rabb Yang Maha Melindungi.”
“Ya Tuhanku, kasihanilah ayah ibuku, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku sewaktu kecil. Berilah kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka.”
“Mahasuci Tuhanmu, Tuhan yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan kepada Rasul-Rasul. Dan segala puji bagi Allah tuhan semesta alam.”
Gw Percaya dan Yakin dengan keyakinan penuh. Kalau doa-doa itu diucapkan oleh seorang hambaNya yang sholeh dan sholehah pasti diijabah oleh ALLAH. MASALAHNYA sekarang adalah : gw belum (atau tidak) cukup sholeh untuk menggetarkan langit. But, anyway… I’m always trying… Gw selalu berusaha untuk jadi wanita sholehah dan beramal baik, persis sama doa yang diselipkan waktu abah & ummi ngasih nama R Siti Haniffah AFZ ke gw. Semoga saja Yaa Allah.
[sambil berdoa dalam hati : semoga dapat imam yang bisa menuntun gw ke jalan syurga, menuju kebaikan dan membuat gw jadi wanita sholehah yang sesungguhnya... amiiin *again, sindrom duapuluh muncul lagi]

#3
Pilih jalan yang benar
Pilih jalan yang benar, tapi tau darimana ini benar atau gak?! Kadang, gw suka nyesel, kenapa gw harus terperangkap di ‘kejauhan’, di pulau yang sedikit sekali sentuhan kemajuan dan peradabannya (agak lebay deskripsi gw).  Banyak banget pertimbangan waktu itu, dari mulai masalah cita-cita, pemenuhan harap, kemampuan, sampai biaya. Tapi, akhirnya gw sadar, bahwa ALLAH-lah Yang Paling Tahu apa yang hambaNya butuhkan. Berarti gw butuh pulau ini, sebagai tempat menuntut ilmu. Kalau gw gak butuh, pasti Allah sudah mencampakkan gw di Universitas swasta di Jakarta dan berkutat dengan rumus kimia dan efek samping obat alias kuliah di jurusan farmasi. Allah tahu, bahwa ujungnya gw bakal jatuh cinta (sejatuh-jatuhnya) sama dunia ini, dunia kedokteran , apalagi gw bisa nemuin dunia anak di ilmu ini. Makasii Allah, sudah pilihkan jalan yang benar untuk aku.

#4
Jatuh cinta (gw gak tau ini cinta atau bukan, tapi sebut saja begitu)

Jatuh cinta itu manusiawi, tapi bagaimana manusia bisa mengkover cinta itu dengan kelembutan tetapi tetap bersahaja. Gw? Jatuh cinta?? iyalah, gini-gini gw kan juga manusia. Tapi, gw mulai tidak bisa mengkover cinta gw. :( Setan banyak banget di sekitar gw. Dikit-dikit gw kangen, dikit-dikit gw pengen ketemu, dikit-dikit gw pengen tau apa yang sedang dia lakukan dan bersama siapa, dan dikit-dikit gw pengen dia tau apa yang sedang gw lakukan. emang sih, dikit-dikit… tapi, kalau ditabung lama-lama kalah deh bukit! huft, gw sedang belajar mengkover cinta, tapi gw cuma manusia biasa. Hhm,tapi bukan berarti juga manusia biasa tidak bisa mengkover cinta! Gw harus bisa, karena gw yakin, Allah menjaga HambaNya yang memang menjaga diri dan hatinya. keep spirit with love,Nisa.. ^^

untuk sementara # (Delirium)nya cukup sampai di sini. gosokan baju sudah melirik sinis minta disentuh lempengan logam panas dan disemprotin Rapika. haha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar